Bagaimana Cara Menambahkan modul untuk perangkat baru pada ANDROID STUDIO?
Modul menyediakan container untuk kode sumber aplikasi Anda, file resource, dan setelan level aplikasi misalnya file build level modul dan file manifes Android. Setiap modul dapat dibuat, diuji, dan di-debug secara independen.
Android Studio menggunakan modul untuk mempermudah penambahan perangkat baru ke project Anda. Dengan mengikuti beberapa langkah sederhana di Android Studio, Anda dapat membuat modul agar berisi kode yang dikhususkan untuk jenis perangkat tertentu, seperti Wear OS atau Android TV. Android Studio secara otomatis membuat direktori modul, seperti direktori sumber dan resource, serta file
build.gradle default yang sesuai untuk jenis perangkat tersebut. Android Studio juga membuat modul perangkat beserta konfigurasi build yang disarankan, misalnya dengan menggunakan library Leanback untuk modul Android TV.
Halaman ini menjelaskan cara menambahkan modul baru untuk perangkat tertentu.
Android Studio juga mempermudah penambahan library atau modul Google Cloud ke project Anda. Untuk detail mengenai pembuatan modul library, lihat Membuat Modul Library.
Membuat modul baru
Untuk menambahkan modul baru ke project Anda pada sebuah perangkat baru, lakukan langkah-langkah berikut:
- Klik File > New > New Module.
- Di jendela Create New Module yang muncul, Android Studio menawarkan modul perangkat berikut:
- Modul Ponsel & Tablet
- Modul Wear OS
- Modul Android TV
- Modul Glass
- Dalam formulir Configure your new module, masukkan detail berikut:
- Application Name : Nama ini digunakan sebagai judul ikon peluncur aplikasi Anda untuk modul yang baru.
- Module Name: Teks ini digunakan sebagai nama folder tempat menampilkan kode sumber dan file resource Anda.
- Package Name: Ini adalah namespace Java untuk kode dalam modul Anda. String ini ditambahkan sebagai atribut
packagedalam file manifes Android modul. - Minimum SDK : Setelan ini menunjukkan versi terendah dari platform Android yang didukung oleh modul aplikasi. Nilai ini menetapkan atribut
minSdkVersiondalam filebuild.gradle, yang dapat Anda edit nanti.
Lalu klik Next. - Tergantung pada modul perangkat yang dipilih, halaman berikut menampilkan pemilihan template kode yang sesuai yang dapat Anda pilih untuk digunakan sebagai aktivitas utama Anda. Klik template aktivitas yang ingin Anda gunakan untuk memulai, kemudian klik Next. Jika Anda tidak memerlukan aktivitas, klik Add No Activity, lalu klik Finish, dan selesai.
- Jika Anda memilih template aktivitas, masukkan setelan untuk aktivitas Anda pada halaman Customize the Activity. Sebagian besar template meminta Activity Name, Layout Name, Title, dan Source Language, namun masing-masing template memiliki setelan spesifik aktivitas tertentu. Klik Finish. Jika membuat modul aplikasi bersama template aktivitas, Anda dapat langsung menjalankan dan menguji modul tersebut di perangkat Anda.
Android Studio membuat semua file yang diperlukan untuk modul baru tersebut dan menyinkronkan project dengan file gradle modul yang baru. Penambahan modul untuk perangkat baru juga akan menambahkan dependensi yang diperlukan untuk perangkat target ke file build modul tersebut.
Setelah sinkronisasi project Gradle selesai, modul baru akan muncul di jendela Project di sebelah kiri. Jika Anda tidak melihat folder modul baru, pastikan jendela menampilkan Tampilan Android.
Mengimpor modul
Untuk mengimpor modul yang ada ke dalam project Anda, lakukan langkah-langkah berikut:
- Klik File > New > Import Module.
- Dalam kotak Source directory, ketik atau pilih direktori modul yang ingin Anda impor:
- Jika Anda mengimpor satu modul, tentukan direktori utamanya.
- Jika Anda mengimpor beberapa modul dari sebuah project, tentukan folder projectnya. Untuk setiap modul di dalam folder, kotak akan muncul dan menunjukkan Source location serta Module name. Pastikan kotak Import dicentang untuk setiap modul yang ingin Anda impor.
- Masukkan nama modul yang Anda inginkan di kolom Module name.
- Klik Finish.
Setelah diimpor, modul akan muncul dalam Jendela Project di sebelah kiri.
Langkah berikutnya
Setelah menambahkan modul baru, Anda dapat mengubah resource dan kode modul, mengonfigurasi setelan build modul, dan membuat modul. Anda juga dapat menjalankan dan men-debug modul seperti aplikasi lainnya.
- Untuk mempelajari setelan build modul, lihat File Build Tingkat Modul.
- Untuk mem-build dan menjalankan modul spesifik, lihat Memilih dan membuat modul yang berbeda.
Anda juga perlu menambahkan kode dan resource agar dapat mendukung perangkat baru dengan benar. Untuk informasi selengkapnya tentang cara mengembangkan modul aplikasi bagi jenis perangkat yang berbeda, baca masing-masing dokumentasinya:
- Untuk modul Wear OS: Membuat dan Menjalankan Aplikasi Wearable
- Untuk modul Android TV: Memulai Aplikasi TV
- Untuk modul Glass: Mulai Cepat GDK
Saat mengembangkan modul baru, Anda mungkin membuat kode independen perangkat yang sudah ada duplikatnya dalam modul aplikasi lain. Sebaiknya tidak perlu mempertahankan kode duplikat, dan lebih baik pindahkan kode bersama ke modul library, lalu tambahkan library sebagai dependensi ke modul aplikasi Anda. Untuk informasi selengkapnya mengenai pembuatan modul library dan menambahkannya sebagai dependensi, baca Membuat Library Android.
Komentar
Posting Komentar